Pernahkah Anda mengalami napas pendek? kenali penyebabnyaBagikan

Napas pendek jangan dianggap remeh. Bisa jadi ini sebuah alarm yang disebabkan oleh penyakit lain.
Penyebab napas pendek
Pixabay

Mungkin Anda pernah merasa lelah. Untuk mengambil napas sekalipun terasa berat. Bernapas menjadi lebih cepat dan lebih sering, seperti terengah-engah. Gejala seperti ini sering disebut napas pendek.

Napas pendek sekilas tampak seperti kondisi biasa. Kebanyakan orang menganggapnya akibat kelelahan semata. Terkadang terasa seperti sesuatu yang tidak berarti.

Hal ini perlu disadari. Sebenarnya napas pendek tidak boleh diremehkan begitu saja. Bisa jadi ini salah satu tanda telah terjadi gangguan kesehatan serius.

Dalam beberapa kasus gejala napas pendek bisa merujuk pada berbagai penyakit. Berikut beberapa penyebab napas pendek yang umum terjadi:

Penyakit paru karena infeksi
Napas pendek bisa terjadi karena ada infeksi bakteri, jamur, virus dan parasit lainnya dalam paru-paru. Infeksi bisa menyebabkan penyakit paru serius, seperti tuberkulosis dan pneumoni. Penyakit paru seperti ini bisa memunculkan gejala napas pendek.

Penyakit paru non infeksi
Selain infeksi, penyakit paru juga bisa diakibatkan trauma. Misalnya benturan atau goncangan yang menyebabkan cidera pada tulang rusuk. Kemudian tulang rusuk tersebut menekan paru-paru. Kondisi ini bisa menyebabkan paru-paru kesulitan untuk memompa udara.

Gangguan jantung
Napas pendek bisa disebabkan oleh gangguan pada jantung. Gejala gangguan jantung biasanya disertai dengan rasa berdebar pada dada atau rasa sesak yang memicu terjadinya napas pendek.

Anemia atau kurang darah
Anemia bisa menyebabkan penurunan kemampuan darah dalam mengikat oksigen. Padahal untuk beraktivitas normal tubuh memerlukan oksigen dalam jumlah cukup. Untuk memenuhinya otak akan menugaskan paru-paru mengambil oksigen sebanyak mungkin dari udara. Caranya dengan mempercepat pengambilan napas. Karena frekuensi napas lebih sering, pengambilan napas menjadi lebih pendek.

Penyakit asma
Asma bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran napas. Kondisi ini membuat bernapas terasa berat. Pada beberapa orang biasanya juga mengeluarkan suara “ngik”. Gejala seperti ini sering juga disebut bengek.

Penyakit maag
Penyakit maag juga bisa menyebabkan napas pendek. Peningkatan asam lambung bisa membuat perut kembung yang menekan diagfragma ke atas. Tekanan dari lambung mendesak ke paru-paru, sehingga terasa berat ketika mengambil napas.

Berada pada tempat tinggi
Di dataran tinggi seperti pegunungan, kadar oksigen lebih sedikit. Sehingga tubuh kita akan mengambil udara lebih banyak dan lebih sering agar mendapatkan asupan oksigen cukup. Hal ini sering dialami oleh para pendaki gunung. Kondisi ini biasanya hanya sementara, akan kembali normal ketika si pendaki turun kembali.

Pernyataan penyangkalan (Disclaimer)
Seluruh informasi dalam website ini merupakan gambaran umum yang ditujukan sebagai pengetahuan. Tidak bertujuan menggantikan konsultasi dokter atau ahli gizi. Untuk mendapatkan nasehat profesional silahkan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi Anda sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Baca selengkapnya »