Cermati label informasi nilai gizi sebelum membeli makanan kemasanBagikan

Biasakan memeriksa kandungan gizi pada kemasan makanan. Label informasi nilai gizi membantu kita memilih makanan yang tepat.
Informasi Nilai Gizi
faktagizi.com

Hampir semua makanan kemasan mencantumkan label informasi nilai gizi. Namun banyak dari kita yang tidak memedulikan keberadaan label tersebut.

Sebagian orang memilih makanan kemasan berdasarkan informasi yang diberikan dalam iklan. Padahal iklan bisa mengecoh. Karena yang dikemukakan pastilah kelebihan suatu produk, mustahil membahas kekurangannya.

Berbekal informasi nilai gizi kita bisa mengetahui kandungan gizi suatu produk. Kita juga bisa membandingkannya dengan produk lain. Sehingga kita bisa memilih produk terbaik sesuai kebutuhan.

Peraturan perundangan telah mewajibkan setiap produsen makanan untuk mencantumkan label nutrisi. Pencantuman label ini tidak sembarangan. Di Indonesia ada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mengawasinya.

Cara membaca label informasi nilai gizi

  • Takaran dan sajian. Pada bagian ini terdapat keterangan takaran, satuannya gram. Diiukti oleh jumlah sajian dalam satu kemasan. Informasi ini menerangkan bahwa jumlah komponen nutrisi yang akan diterangkan selanjutnya dihitung per sajian produk. Jadi bila kita mengonsumsi dua takaran saji maka komponen nutrisi yang kita makan berjumlah dua kali lipatnya.
  • Jumlah energi total. Informasi ini menerangkan jumlah energi persajiannya. Satuannya kalori (kal) atau kilo kalori (kkal).
  • Lemak total. Informasi ini menerangkan keseluruhan jumlah kandungan lemak dalam satu sajian. Lemak total biasanya diperinci lagi menjadi lemak jenuh (saturated fat), lemak tak jenuh (unsaturated fat) dan trans fat. Dalam kolom lemak total juga terdapat keterangan mengenai kolesterol yang merupakan salah satu jenis asam lemak. Kolesterol dituliskan secara khusus mengingat nutrisi ini berpengaruh besar pada kebiasaan diet dan kesehatan tubuh, tertutama terkait penyakit jantung.
  • Protein. Informasi ini menerangkan jumlah protein dalam satu sajian. Kolom protein biasanya tidak dirinci.
  • Karbohidrat total. Kolom ini menyatakan jumlah kandungan karbohidrat dalam satu sajian. Karbohidrat total terdiri dari gula dan serat. Khusus untuk gula biasanya diperinci lagi berdasarkan jenisnya seperti fruktosa, sukrosa, dan lain sebagainya.
  • Natrium. Mineral ini sangat penting sehingga ditulis tersendiri terpisah dari jenis mineral lainnya. Natrium berhubungan dengan kadar garam dalam makanan. Senyawa ini berpengaruh besar pada diet kesehatan.
  • Vitamin dan mineral. Bagian selanjutnya adalah keterangan vitamin dan mineral yang ada dalam makanan tersebut. Tidak semua produk mencantumkan kandungan vitamin dan mineral. Pencantuman hanya dilakukan apabila jumlahnya siginifikan.
  • Angka Kecukupan Gizi (AKG). Pada bagian akhir ada keterangan AKG yang menyatakan bahwa satuan persen dalam keterangan ini didasarkan pada kebutuhan kalori sebesar 2000 kkal per hari.

Anjuran konsumsi gizi

Untuk Anda yang peduli dengan diet sehat, label informasi nilai gizi tentunya akan sangat membantu.  Berikut beberapa tips memanfaatkan label gizi yang tertera dalam kemasan makanan:

  • Cek jumlah kalori dalam setiap kemasan. Kebutuhan kalori seseorang berbeda tergantung dari jenis kelamin, usia, dan aktivitas fisik yang dilakukan orang tersebut. Rata-rata pria dewasa membutuhkan 2000 kkal setiap hari. Angka ini bisa menjadi patokan umum ketika kita memilih makanan.
  • Cek kandungan lemak makanan. Ada berbagai tipe lemak dalam makanan, diantaranya saturated fat, unsaturated fat dan trans fat. Kalau bisa sedapat mungkin hindari makanan yang mengandung trans fat dan saturated fat. Kementrian Kesehatan menganjurkan konsumsi lemak total tidak lebih dari 65 gram per hari atau setara dengan 5 sendok makan.
  • Cek kandungan gula. Hindari makanan yang kandungan gulanya tinggi. Kementrian Kesehatan menganjurkan konsumsi gula tidak lebih dari 50 gram sehari.
  • Cek kandungan serat. Kebanyakan menu makanan yang populer saat ini tinggi lemak namun miskin serat. Padahal serat sangat baik untuk sistem pencernaan kita.
  • Cek kandungan garam (natrium). Anjuran konsumsi garam menurut Kementrian Kesehatan tidak lebih dari 2000 miligram per hari.
  • Cek kandungan vitamin dan mineral. Bandingkan kandungan vitamin dan mineral antara produk sejenis. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan.

Pernyataan penyangkalan (Disclaimer)
Seluruh informasi dalam website ini merupakan gambaran umum yang ditujukan sebagai pengetahuan. Tidak bertujuan menggantikan konsultasi dokter atau ahli gizi. Untuk mendapatkan nasehat profesional silahkan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi Anda sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Baca selengkapnya »