Jangan asal, begini cara aman mencairkan makanan bekuBagikan

Mencairkan makanan beku tidak boleh sembarangan. Lakukan dengan aman bila tidak ingin terkontaminasi kuman.
Sumber protein
faktagizi.com

Mencairkan makanan beku tidak boleh sembarangan. Tidak semua makanan beku dapat dicairkanbegitu saja dengan aman. Alih-alih makanan menjadi siap dimasak atau dikonsumsi, makanan justru dapat terkontaminasi bakteri jika proses yang dilakukan tidak tepat.

Hindari mencairkan makanan beku pada suhu ruangan seperti meletakkannya saja di meja dapur agar mencair dengan sendirinya. Terutama untuk daging dan ikan. Karena pada suhu 4°C hingga 60°C adalah suhu rentang dimana bakteri mudah berkembang biak. Makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ini beresiko terkontaminasi bakteri.

Selain itu, dalam suhu ruangan umumnya bagian luar makanan beku dapat mencair namun bagian dalamnya masih membeku. Kondisi ini kurang ideal untuk diolah lebih lanjut.

Bagaimana cara mencairkan makanan beku yang tepat? Berikut beberapa tips mencairkan makanan beku yang bisa kita lakukan dirumah.

  • Pindahkan makanan dari freezer ke chiller
    Cara ini merupakan cara yang paling mudah dan sering dilakukan. Artinya Anda menurunkan bahan makanan yang kita inginkan dari freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan) ke ruang chiller (bagian kulkas untuk mendinginkan makanan). Memang cara ini membutuhkan waktu yang lama, namun tergolong paling aman karena Anda tetap meletakkan makanan di dalam kulkas, dengan suhu dibawah 4°C yang dapat mencegahnya terkontaminasi.

Proses pencairan tergantung dari jenis dan ukuran bahan makanan itu sendiri. Secara umum dibutuhkan waktu 8 – 24 jam agar bahan makanan dapat mencair sempurna. Sehingga paling tidak Anda harus memindahkan dari freezer sehari sebelum Anda ingin memasaknya. Dan jangan lupa, alasi bagian bawah makanan dengan wadah khusus agar air lelehan tidak tumpah kemana-mana.

  • Menggunakan microwave
    Cara ini termasuk yang paling cepat untuk dilakukan. Namun karena keterbatasan ruang microwave, Anda tidak bisa mencairkan makanan dalam jumlah banyak sekaligus. Jika dipaksakan, makanan tidak akan mencair dengan merata. Mencairkan dengan microwave cocok digunakan untuk mencairkan bahan makanan yang langsung dimakan seperti croissant, pasta beku, bun dan sebagainya.
  • Merendamnya dengan air panas
    Jika Anda ingin mencairkan daging atau ikan beku mungkin ini adalah pilihan yang tepat. Meski demikian, dianjurkan daging atau ikan yang dicairkan bukanlah potongan besar. Karena kalau terlalu tebal kemungkinan bagian dalamnya belum mencair sempurna. Selain itu, bila terlalu lama permukaan daging juga akan berubah menjadi matang seperti direbus. Untuk daging atau ikan potongan besar, cara yang paling tepat adalah dengan membiarkannya mencair di rak kulkas dalam waktu lama.
  • Menuangkan cuka putih
    Menuangkan cuka putih dapat mempercepat pencairan daging beku. Cuka putih dikenal mampu menurunkan titik beku. Namun kandungan asam bisa menghancurkan jaringan ikat pada daging sehingga daging pun menjadi lebih cepat lunak. Tentunya rasa dan tekstur daging akan berubah. Namun perubahan ini biasanya disengaja untuk membantu proses pengolahan selanjutnya.
  • Menggunakan air mengalir
    Mencairkan makanan beku di bawah air mengalir cocok untuk beberapa bahan makanan seperti sayuran beku, daging dan ikan. Pastikan untuk melapisi bahan makanan tersebut rapat-rapat dengan plastik sebelum diletakkan di bawah air mengalir. Hal ini dilakukan agar makanan terhindar dari bakteri.
  • Merendam dalam air dingin
    Cara yang lain adalah merendam makanan beku yang sudah tertutup plastik rapat di dalam air dingin. Lalu ganti airnya setiap 30 menit ketika air sudah mencapai suhu ruangan. Lakukan terus menerus hingga makanan beku mencair. Biasanya untuk mencairkan makanan beku seberat setengah kilogram dibutuhkan waktu sekitar 30-60 menit.

Gunakan cara yang paling tepat untuk Anda dan tentunya sesuai dengan kondisi Anda saat itu. Semoga bermanfaat!

Pernyataan penyangkalan (Disclaimer)
Seluruh informasi dalam website ini merupakan gambaran umum yang ditujukan sebagai pengetahuan. Tidak bertujuan menggantikan konsultasi dokter atau ahli gizi. Untuk mendapatkan nasehat profesional silahkan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi Anda sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Baca selengkapnya »